TORAJA–Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.

Salah satunya melalui Lokakarya Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi (Renkon) Tanah Longsor dan Sosialisasi Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tana Toraja Tahun 2026.

Giat ini dibuka oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto Laso’ Paundanan, di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan koordinasi lintas sektor guna menghadapi ancaman bencana, khususnya tanah longsor yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Tana Toraja.

Dalam sambutannya, Erianto Laso’ Paundanan menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana.

“Memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat,” kata Erianto.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini aktif meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Tana Toraja.

Menurutnya, penyusunan dokumen Renkon dan RPB harus dilakukan secara serius agar menjadi pedoman yang efektif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti lokakarya ini dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat menjadi acuan bersama dalam penanganan bencana di Kabupaten Tana Toraja,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antarinstansi semakin kuat dan menghasilkan Dokumen Rencana Kontinjensi Tanah Longsor yang efektif.

Dengan demikian, upaya penanggulangan bencana di Tana Toraja dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi demi memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat.

Tags: ,