TORAJA–Dinas Kesehatan Tana Toraja menggelar Pertemuan Koordinasi Advokasi Lintas Sektor dan Lintas Program untuk mendukung pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tingkat kabupaten, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi program, tetapi juga menyoroti tantangan implementasi layanan kesehatan berbasis deteksi dini di daerah.

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg bersama Ketua TP PKK Tana Toraja, Dr. Erni Yetti Riman, serta perwakilan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dan jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam forum itu, salah satu isu yang mengemuka adalah masih perlunya penguatan partisipasi masyarakat dan pemerataan akses layanan PKG hingga ke wilayah-wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

Meski program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah pusat, pelaksanaannya di lapangan dinilai masih menghadapi tantangan pada aspek jangkauan, kesiapan fasilitas, serta konsistensi skrining lintas kelompok usia.

Bupati Tana Toraja menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala tetap menjadi kunci dalam upaya pencegahan penyakit, terutama untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan jemput bola dan penguatan edukasi masyarakat agar program tidak berhenti pada level seremonial.

Program PKG sendiri dirancang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia, dengan tujuan memperkuat deteksi dini berbagai penyakit tidak menular maupun menular.

Dalam konteks ini, penguatan layanan dasar kesehatan di puskesmas dan integrasi data skrining menjadi perhatian penting yang dibahas dalam pertemuan.

Selain PKG, isu lain yang turut disorot adalah upaya penanganan tuberkulosis (TB) yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, serta kebutuhan peningkatan kapasitas fasilitas layanan kesehatan di tingkat dasar.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan bersama Dinas Kesehatan Tana Toraja juga memaparkan evaluasi pelaksanaan program, termasuk capaian dan hambatan di lapangan yang memerlukan sinergi lebih kuat antar sektor.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, pemerintah daerah berharap pelaksanaan program kesehatan tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesadaran dan perilaku hidup sehat masyarakat di Tana Toraja.