TORAJA–Ratusan warga memadati area Pasar Seni Makale, Kamis (21/05/2026), untuk berburu kebutuhan pokok murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Tana Toraja.

Sejak pagi, antrean warga terlihat mengular di sejumlah gerai pangan. Beras SPHP, gas elpiji 3 kilogram, minyak goreng hingga telur menjadi komoditas paling banyak diburu masyarakat menjelang Idul Adha 2026.

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai upaya menekan lonjakan harga bahan pokok.

Selain beras dan gas, pemerintah juga menyediakan tepung terigu, sayur mayur, tomat, mentega, abon, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, yang hadir langsung di lokasi mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan.

“Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan serentak di Sulawesi Selatan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idul Adha,” ujar Zadrak.

Ia berharap program tersebut mampu meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolres Tana Toraja AKBP Budi Hermawan, Danramil Makale, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Yohanis Some, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Yohanis Some, menegaskan program pasar murah tidak hanya dipusatkan di Kota Makale.

Menurutnya, pemerintah telah menjalankan kegiatan serupa di beberapa kecamatan dan akan terus dilanjutkan untuk menjangkau lebih banyak warga.

“Gerakan Pangan Murah ini sudah kami laksanakan di beberapa kecamatan dan ke depan akan terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat,” katanya.

Salah seorang warga Makale, Maria (43), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Menurutnya, harga kebutuhan pokok di pasaran mulai mengalami kenaikan menjelang Idul Adha.

“Kalau beli di sini lebih murah dibanding di pasar. Saya beli beras sama minyak goreng untuk kebutuhan di rumah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Yusuf, warga Rantepao, yang datang sejak pagi demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

“Dari pagi saya datang antre karena memang gas sekarang susah dicari dan harganya naik. Untung ada kegiatan seperti ini jadi sangat membantu kami masyarakat kecil,” katanya. (*)

Tags: