TORAJA–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja mulai diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Hal itu ditegaskan Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tokesan di Kecamatan Sangalla Selatan, Kamis (21/5/2026).
Peresmian ditandai dengan grand opening dan simulasi distribusi MBG yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah lembang, hingga kepala sekolah se-Kecamatan Sangalla Selatan.
Dalam kunjungannya, Bupati Zadrak meninjau langsung proses pengolahan makanan, pengemasan, hingga kesiapan fasilitas dapur guna memastikan standar kebersihan dan kualitas menu yang akan disajikan kepada siswa.
Kepala SPPG Tokesan, Gustri mengungkapkan, layanan MBG dijadwalkan mulai berjalan pada 2 Juli 2026 mendatang dengan target awal 1.314 penerima manfaat secara bertahap.
“Pelaksanaannya dilakukan bertahap sambil melihat kesiapan distribusi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Namun di balik program pemenuhan gizi tersebut, Zadrak menilai ada peluang besar yang harus dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Ia berharap seluruh kebutuhan dapur MBG nantinya dapat dipasok dari petani, peternak, hingga pelaku usaha lokal di Tana Toraja.
Menurutnya, program nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto itu jangan sampai hanya menghadirkan manfaat bagi siswa, tetapi juga harus mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di desa-desa.
“Jangan sampai masyarakat sekitar hanya jadi penonton. Sayur, telur, beras, ayam dan kebutuhan dapur lainnya seharusnya bisa dipenuhi dari daerah kita sendiri,” tegas Zadrak.
Ia bahkan mengaku telah mengingatkan hal tersebut dalam forum Musrenbang agar seluruh pihak mulai mempersiapkan kapasitas produksi lokal.
“Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah siap memenuhi kebutuhan itu dari daerah sendiri tanpa membeli dari luar?” lanjutnya.
Zadrak menambahkan, menu MBG wajib memenuhi unsur karbohidrat, protein dan serat agar mampu mendukung konsentrasi belajar serta pertumbuhan anak.
“Anak-anak kita sudah lama menunggu program ini. Kalau gizinya terpenuhi, mereka bisa lebih fokus belajar dan tumbuh lebih sehat,” katanya.
Kehadiran SPPG Tokesan diharapkan menjadi langkah awal penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
