INFOTORAJA.COM, MAKALE – Kinerja Kepolisian Resort (Polres) Tana Toraja dipublikasikan ke publik, di Markas Polres Tana Toraja, Jl. Bayangkara, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Minggu (31/12/2017) siang

Publikasi hasil kerja ini dilakukan dihadapan puluhan wartawan dalam bentuk jumpa pers.

“Publikasi ini dilakukan agar kepercayaan masyrakat ke Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di Kabupaten Tana Toraja, dan Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tidak ada lagi macam-macam pikirannya,” Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait, saat Press Conference akhir tahun ini.

AKBP Julianto P. Sirait juga berjanji pada tahun 2018, masalah adu kerbau atau tedong silaga yang bukan ritual adat Toraja dan mendatangakan kerbau bukan milik atau untuk keluarga yang lakukan ritual adat akan ditindak secara keras.

“Kalau ada adu kerbau dan prosesi ritualnya masih lama segerah lapor, saya sudah lihat di medsos, luar biasa taruhannya,” ungkap AKBP Julianto Sirait.

Kapolres yang baru menjabat satu bulan ini mengakui selaian adu kerbau, tindakan illegal loging akan menjadi perhatian khusus, serta narkoba.

Adu kerbau dalam adat Toraja dilakukan saat prosesi acara pemakaman atau rambu solo’, dimana kerbau yang diadu adalah milik atau untuk keluarga yang berduka.

“Narkoba dan adu kerbau sama saja” tambah Julianto.

Perwira dari Mabes Polri ini akan segerah mengumpulkan para tokoh adat, masyarakat, dan dua Pemkab di Toraja untuk mensosialisasikan tentang hal ini.

Dalam jumpa pers akhir tahun ini pula disampaikan capaian kinerja Polres Tana Toraja selama tahun 2017, dimana lapor sejumlah 630 kasus dan selesai sejumlah 291 kasus (46%) atau turun 20% dibandingkan tahun 2016.

Resiko penduduk di Toraja yang menjadi korban kejahatan tiap 200.000 penduduk sejumlah 107 orang atau turun 28 orang dibanding tahun 2016.

Sementara untuk tujuh kasus prioritas pimpinan Polri, laporannya sejumlah 46 kasus dan selesai 24 kasus atau turun 20% dibandingkan tahun lalum

Untuk 10 besar kriminal yang menonjol di wilayah hukum Polres Tana Toraja yakni dilaporkan 546 kasus dan selesai 230 kasus atau turun 8% dari tahun sebelumnya.

Berikut capaian kinerja korps Bayangkara untuk prioritas Pimpinan Polri di Toraja :

1. Kasus Anirat : lapor dan selesai nihil (turun 100% dibandingkan tahun 2016).

2. Kasus pembunuhan : lapor 2 kasus, selesai 3kasus (imbang dibandingkan tahun 2016).

3. Kasus curat : lapor 7 kasus, selesai nihil kasus (naik 30% dibandingkan tahun 2016).

4. Kasus Curas : lapor 1 kasus, dan selesai 1 kasus (turun 50% dibandingkan tahun 2016).

5 Kasus Curanmor : lapor 27 kasus, dan selesai 4 kasus (turun 3% dibandingkan tahun 2016).

6. Kasus Curwan : lapor 1 kasus, dan selesai nihil (turun 50% dibandingkan tahun 2016).

7. Kasus Narkoba: lapor 8 kasus, dan selesai 14 kasus (turun 33% dibandingkan tahun 2016).

Berikut capaian kinerja korps Bayangkara untuk 10 kriminal terbanyak :

1. Kasus Penganiayaan : lapor 178 kasus, dan selesai 120 kasus (Naik 0,5% dibandingkan tahun 2016).

2. Kasus Pencurian biasa : lapor 128 kasus, dan selesai 35 kasus (Naik 24% dibandingkan tahun 2016).

3. Kasus Penipuan : lapor 53 kasus, dan selesai 21 kasus (Turun 22% dibandingkan tahun 2016).

4. Kasus Pengancaman : lapor 42 kasus, dan selesai 14 kasus (Turun 38% dibandingkan tahun 2016).

5. Kasus Pengrusakan : lapor 55 kasus, dan selesai 22 kasus (Naik 2% dibandingkan tahun 2016).

6. Kasus Penyerobotan tanah : lapor 9 kasus, dan selesai 2 kasus (Turun 72% dibandingkan tahun 2016).

7. Kasus Curanmor R2 : lapor 27 kasus, dan selesai 6 kasus (Naik 1,2% dibandingkan tahun 2016).

8. Kasus Penggelapan : lapor 27 kasus, dan selesai 7 kasus (Naik 23% dibandingkan tahun 2016).

9. Kasus Pengeroyokan : lapor 26 kasus, dan selesai 22 kasus (Turun 24% dibandingkan tahun 2016).

10. Kasus Penghinaan : lapor 24 kasus, dan selesai 6 kasus (Turun 33% dibandingkan tahun 2016).

Tags: ,