TORAJA–Proyek pengaspalan ruas jalan Makula-Batualu di Kabupaten Tana Toraja sepanjang 800 meter mulai dikerjakan sejak Rabu, 14 Januari 2026.

 

Meski mengalami keterlambatan, pemerintah daerah memastikan proses pengerjaan terus didorong agar segera rampung sesuai ketentuan.

 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Tana Toraja, Alfred Palayukan, menjelaskan bahwa keterlambatan proyek disebabkan oleh sejumlah kendala teknis di lapangan.

 

Di antaranya kerusakan alat berat milik rekanan serta faktor cuaca, khususnya tingginya curah hujan yang terjadi sepanjang Desember 2025.

 

“Namun kami tetap mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan. Pengawasan terus dilakukan secara ketat,” ujar Alfred.

 

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab penyelesaian proyek sepenuhnya berada di tangan pihak rekanan.

 

Dinas PUTR, kata dia, hanya berperan dalam pengawasan dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.

 

“Pekerjaan pengaspalan Jalan Makula-Batualu diharapkan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

 

Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, berharap proyek tersebut tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga mengutamakan kualitas hasil pekerjaan.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Jalan ini harus benar-benar menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari warga dan dikerjakan secara maksimal sesuai standar kualitas,” tegas Zadrak.

Tags: ,