TORAJA–RSUD Lakipadada Kabupaten Tana Toraja membuka ruang bagi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan untuk ikut mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP).

Forum yang digelar di Aula Lantai II RSUD Lakipadada, Kamis (23/7/2026), menjadi wadah untuk menghimpun masukan sekaligus mereviu standar pelayanan rumah sakit agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran manajemen dan pejabat struktural RSUD Lakipadada, organisasi profesi kesehatan, perguruan tinggi kesehatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan perangkat daerah terkait.

Forum ini menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi antara penyelenggara dan penerima layanan. Berbagai masukan dari peserta kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan rumah sakit.

Sejumlah persoalan turut menjadi perhatian dalam diskusi, mulai dari komunikasi petugas dengan pasien, efisiensi waktu pelayanan hingga penyederhanaan alur layanan agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Direktur RSUD Lakipadada, Obed Bassang, mengatakan keterlibatan publik penting dalam memastikan pelayanan rumah sakit terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Rumah sakit tidak dapat berjalan sendiri tanpa partisipasi dan umpan balik dari berbagai pihak. Masukan yang kami terima akan menjadi acuan dalam melakukan evaluasi dan merancang inovasi pelayanan guna mewujudkan pelayanan yang lebih transparan, berkualitas, dan mampu meningkatkan kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh hasil pembahasan dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan yang ditandatangani pada akhir kegiatan.

Kesepakatan tersebut menjadi pijakan RSUD Lakipadada dalam melakukan pembenahan standar pelayanan sekaligus memastikan setiap masukan publik tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diterjemahkan dalam perbaikan pelayanan.

RSUD Lakipadada menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi secara berkelanjutan guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin terbuka, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Tana Toraja.