INFOTORAJA.COM, SA’DAN – Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Sarang – Sarang, Lembang Ulusalu, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara, Jum’at (15/12/2017) pukul 11:30 Wita.

Diwaktu yang tidak terlalu lama dari kejadian longsor ini, ikan mas ditemukan masyarakat mengapung dipermukaan air aliran sungai Sa’dan, Kecamatan Kesu Toraja Utara, dan Kecamatan Makale Utara Tana Toraja.

Bencana Tanah Longsor di Sa'dan

Bencana Tanah Longsor di Sa’dan

Dari rilis Koramil 1414-04 Tana Toraja, tanah longsor di hulu sungai Sa’dan ini membuat meluapnya air hingga mengakibatkan jembatan bambu yang menghubungkan Dusun Pewaran, dan Dusun Sarang -Sarang terputus.

Akibat putusnya jembatan bambu ini akses ke jalan utama dan dipakai anak sekolah saat menuju sekolah mereka terputus total.

 

Aliran air Sungai sa'dan menjadi keruh.

Aliran air Sungai sa’dan menjadi keruh.

Selain itu bencana ini juga membuat sawah, dan tanaman kopi milik masyarakat di Dusun Sarang – Sarang dan Dusun Salu Gusi yang berada di pinggir aliran sungai tertimbun material longsor, serta satu lumbung lama milik Pong Markus, roboh.

Akibat dari bencana ini kerugiaan sementara ditaksir mencapai Rp. 100 Juta.

Dari rilis ini pula, disampaikan lokasi bencana alam ini, juga pernah disapu habis tanah longsor, tahun 2016 lalu, hingga beberapa kepala keluarga diungsikan dan dilarang kembali ke lokasi ini.

Ikan mati dan mengapung di sungai Sa'dan di panen warga.

Ikan mati dan mengapung di sungai Sa’dan di panen warga.

Sementara soal matinya ikan mas secara mendadak ini, oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Dan Maluku, Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, belum dapat memastikan penyebab dari kematian ikan yang mirip kejadian mati massal ikan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

 

[mashshare]

Tags: , , , ,