TORAJA – Tiga desa (lembang) dan tiga kelurahan di Kabupaten Tana Toraja mengikuti Lomba Perpustakaan Terbaik Tahun 2025 tingkat kabupaten.

Hingga saat ini, empat perpustakaan telah dinilai, yakni Perpustakaan Kelurahan Rembon (Kecamatan Rembon), Kelurahan Pattang (Kecamatan Saluputti), Desa Tumbang Datu (Kecamatan Sangalla Utara), dan Desa Randanan (Kecamatan Mengkendek).

Sementara itu, Perpustakaan Desa Le’te’ (Kecamatan Bittuang) dan Kelurahan Tondon Mamullu (Kecamatan Makale) akan dinilai pada Kamis, 5 Juni 2025.

Kepala Bidang Layanan, Kerja Sama, dan Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja, Mitha, SE, menjelaskan bahwa penilaian lapangan dilakukan selama tiga hari.

Penilaian ini mencakup delapan dimensi, yaitu: dimensi koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi, serta dampak perpustakaan terhadap masyarakat.

“Juara satu nantinya akan dipilih untuk mewakili Tana Toraja dalam lomba serupa di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Mitha.

“Dan setelah juara ditetapkan, tentu akan ada pembinaan terlebih dahulu sebelum melaju ke tingkat provinsi,” tambahnya.

Awalnya, lomba ini direncanakan diikuti oleh tujuh kelurahan dan desa. Namun, setelah melalui proses seleksi oleh tim juri, peserta disaring menjadi enam berdasarkan kategori juara dan juara harapan.

Rapat penilaian.

Mitha juga mengakui bahwa masih banyak desa dan kelurahan di Tana Toraja yang belum memiliki perpustakaan. Namun ia berharap enam peserta saat ini dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi wilayah lainnya.

“Karena keberadaan perpustakaan di desa atau kelurahan bukan sekadar tempat membaca, tetapi bisa menjadi pusat informasi dan pemberdayaan masyarakat—terlebih karena tersedia buku-buku panduan untuk berwirausaha,” pungkasnya. (*)

Tags: , ,