TORAJA–Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, membeberkan capaian dan kendala pelaksanaan program Integrated Primary School Nutrition (IPSN) dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Selasa (24/02/2026).

Rapat tersebut merupakan evaluasi nasional atas pendampingan program IPSN yang merupakan kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama World Food Programme (WFP) Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 2023, Tana Toraja ditetapkan sebagai daerah percontohan bersama Kabupaten Kupang dan Kabupaten Pasuruan.

Dalam paparannya, Zadrak mengungkapkan sejumlah persoalan gizi anak usia sekolah dasar yang masih menjadi perhatian. Data tahun 2025 mencatat 87 anak mengalami gizi sangat kurang, 55 anak obesitas, serta 1.612 kasus karies gigi.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Persoalan gizi tidak hanya soal kekurangan asupan, tetapi juga pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan faktor ekonomi keluarga,” ujar Zadrak.

Ia menjelaskan, Pemkab Tana Toraja merespons kondisi tersebut melalui empat pilar utama, yakni penguatan edukasi gizi bagi siswa dan orang tua.

Pembenahan lingkungan pangan sekolah melalui revitalisasi kantin sehat dan pengembangan kebun gizi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta penyusunan regulasi pendukung.

Program IPSN saat ini telah diterapkan di 10 sekolah model yang tersebar di Kecamatan Gandangbatu Sillanan dan Kecamatan Rembon.

Di sekolah-sekolah tersebut, kebiasaan sarapan pagi dibudayakan, siswa dianjurkan membawa bekal sehat dua kali sepekan, serta fungsi UKS dioptimalkan.

“Kami ingin membangun kebiasaan sehat sejak dini. Sekolah harus menjadi ruang yang mendorong pola hidup sehat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menatap 2026, Pemkab Tana Toraja tengah menyiapkan Peraturan Bupati tentang Sekolah Sehat, dan memperkuat skrining kesehatan berkala.

Kemudian mendistribusikan Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, serta mengawal implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Target kami jelas, memastikan anak-anak Tana Toraja tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Investasi terbaik daerah ini adalah pada kualitas generasi mudanya,” tutup Zadrak.