TORAJA–Keputusan Lembaga Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) menjatuhkan sanksi adat kepada komika Pandji Pragiwaksono mencapai 48 ekor kerbau, 48 babi, dan uang Rp 2 miliar dinilai berlebihan dan di luar kapasitas lembaga tersebut.

Pemerhati adat dan budaya Toraja, Rajus Bimbin, menilai langkah TAST telah melampaui batas. Menurutnya, lembaga itu bukan otoritas adat yang sah untuk menjatuhkan sanksi seperti yang mereka umumkan.

“Kita menghargai niat baik TAST, tapi mereka melakukan perhitungan ‘matematika budaya’ yang melompat pagar kewenangan. Ini di luar kapasitasnya dan justru menimbulkan kekisruhan besar, serta meninggalkan rasa malu bagi kita masyarakat Toraja,” ujar Rajus, Kamis (13/11/2025).

Rajus menilai, TAST seharusnya melakukan refleksi diri. Ia bahkan menyebut pengurus TAST perlu melakukan ma’ Rambu Langi’ sebuah simbol penyesalan dalam adat Toraja, agar sadar dalam berorganisasi dan tidak bertindak seolah mewakili seluruh entitas adat.

“Masalah utama TAST adalah statusnya sebagai LSM, tapi mereka melabelkan diri sebagai lembaga adat. Ini menyesatkan dan bisa merusak pemahaman publik tentang struktur adat Toraja yang sesungguhnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua TAST Benyamin Ranteallo menyatakan sanksi terhadap Pandji dijatuhkan karena komika itu dianggap menyinggung kesakralan adat Toraja melalui materi stand up comedy-nya.

“Ini semacam jerat hukum budaya, bahwa nilai adat Toraja itu bukan hanya satu ekor babi,” ujarnya.

Benyamin juga menyesalkan masyarakat yang, menurutnya “membully” dirinya atas keputusan tersebut.

Namun, di tengah polemik itu, kritik publik terus bergulir. Banyak pihak menilai sanksi yang diumumkan TAST tidak merepresentasikan nilai-nilai adat Toraja yang menjunjung keseimbangan dan keharmonisan.

Dalam pandangan Rajus, adat bukanlah alat untuk menakut-nakuti atau mengukur besar kecilnya denda, melainkan pedoman moral dan sosial masyarakat Toraja.

“Adat Toraja itu tentang keseimbangan, bukan tentang angka. Saat organisasi sipil mulai memainkan simbol adat untuk kepentingan sendiri, di situlah nilai adat mulai kehilangan makna,” tegasnya.(tom)

 

Tags: , , , , , , , ,