TORAJA–Pemerintah Kabupaten Tana Toraja memperkuat strategi pengendalian inflasi sekaligus mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tana Toraja Tahun 2026 yang dipimpin Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, di Kantor Bupati Tana Toraja, Makale, Rabu (5/8/2026).
Forum tersebut melibatkan Wakil Bupati, Forkopimda, Sekda, para asisten, kepala perangkat daerah, pelaku distribusi LPG dan BBM, Bulog, BMKG, serta Badan Pusat Statistik.
Rapat membahas evaluasi program pengendalian inflasi, kondisi stok dan harga LPG 3 kg bersubsidi, ketersediaan BBM bersubsidi, serta langkah menghadapi musim kemarau panjang.
Hasil pertemuan menekankan pentingnya peningkatan produksi dan ketersediaan pangan, pengawasan harga dan pasokan di pasar, serta penguatan koordinasi antar-OPD dan instansi yang tergabung dalam TPID.
Bupati Zadrak mengatakan kondisi cuaca perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi hasil pertanian masyarakat Tana Toraja dan pada akhirnya berdampak terhadap perekonomian.
“Kita juga tetap harus memperhatikan keadaan sekarang. Kalau dari prediksi BMKG, El Nino akan lanjut sampai bulan September, dan tentunya ini akan sangat berdampak ke perekonomian masyarakat,” ujar Zadrak.
Menurutnya, ketersediaan stok pangan yang masih cukup di Bulog harus dibarengi pengawasan terhadap harga di tingkat pasar. Pemerintah tidak hanya memastikan pasokan tersedia, tetapi juga menjaga agar harga tetap stabil dan terjangkau masyarakat.
Selain ketahanan pangan, pengawasan distribusi LPG 3 kg turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah meminta seluruh pihak memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi penjualan di atas HET.
Zadrak menegaskan seluruh anggota TPID harus mengambil peran sebagai pengawas di tengah masyarakat.
“Kita sepakat untuk mengawasi pendistribusian khususnya tabung gas LPG. Kalau ada yang mengaku sebagai pengecer dan menjual di atas HET, mohon segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Melalui penguatan koordinasi dan pengawasan tersebut, Pemkab Tana Toraja berharap stabilitas harga, ketersediaan kebutuhan pokok, serta ketahanan ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman perubahan kondisi cuaca.
