TORAJA–Pemerintah Kabupaten Tana Toraja resmi menyerahkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pasar Bolu kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.
Keputusan ini disambut gembira oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong.
Dalam pernyataannya di pembukaan Toraja Highland Festival (THF) di Alun-alun Rantepao, Kamis (11/12/2025), Bupati Frederik menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, atas langkah yang dinilainya penuh persaudaraan dan kepekaan sejarah.
Pernyataan itu menyambung rasa terimakasih Bupati Frederik atas kehadiran Ketua TP-PKK Tana Toraja, Erni Yetti Riman dalam pembukaan event tersebut.
“Apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada kakanda saya, Bupati Tana Toraja, yang akhirnya HPL Pasar Bolu diberikan dari Tana Toraja. Sampaikan salam saya kepada beliau,” ungkapnya.
Frederik menyebut keputusan ini sebagai hadiah Natal yang sangat berarti bagi masyarakat Toraja Utara.
Pasar Bolu yang selama ini menjadi salah satu pusat ekonomi dan ikon budaya Toraja, akan dapat dikelola secara penuh oleh Pemda Toraja Utara.
HPL Pasar Bolu sendiri telah diajukan sejak lama. Prosesnya baru menemukan titik terang pada masa kepemimpinan Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg dan Wakil Bupati Erianto Laso’ Paundanan.
Secara historis, kedua kabupaten ini memiliki ikatan administratif yang kuat.
Tana Toraja dan Toraja Utara dulunya merupakan satu wilayah, Kabupaten Tana Toraja, sebelum Toraja Utara ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) pada Juli 2008.
Dengan adanya penyerahan HPL ini, hubungan kedua daerah kembali menunjukkan wujud kolaborasi yang harmonis.
Keputusan tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pasar, meningkatkan pelayanan, serta membuka ruang pengembangan ekonomi lokal di Toraja Utara.
