TORAJA–Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg membuka secara resmi Pesona Tenun dan Pekan Budaya Tana Toraja yang akan berlangsung selama tiga hari, 19-21 Desember, Jumat (19/12/2025)
Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Tana Toraja.
Dalam sambutannya, Zadrak menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta kehadiran para tamu dari berbagai daerah.
Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata selama ini menjadi lokomotif pembangunan daerah yang bertumpu pada kekayaan alam dan keunikan budaya Toraja.
“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi energi masa depan bagi pembangunan Tana Toraja,” tegas Zadrak.
Zadrak mengingatkan bahwa pada era 1980-1990an, Tana Toraja pernah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan nasional setelah Bali.
Namun, seiring waktu, berbagai tantangan seperti krisis ekonomi global dan pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata daerah.
Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya pemulihan melalui penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
“Pesona tenun bukan sekadar kain, tetapi simbol filosofi hidup, ketekunan, dan identitas masyarakat Toraja,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan UMKM, pengrajin tenun, serta peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Zadrak menyampaikan bahwa sejumlah motif tenun Toraja telah memperoleh pengakuan Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap Pesona Tenun dan Pekan Budaya Tana Toraja dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi agenda nasional yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
