TORAJA–Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Tana Toraja terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Proyek yang berlokasi di jalur masuk Bandara Toraja, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek ini kini telah melampaui progres 60 persen.
Kepala Dinas Sosial Tana Toraja, Adriana Saleng, mengungkapkan bahwa pembangunan tersebut didukung anggaran sebesar Rp 241,3 miliar yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2025/2026.
“Progres fisik pembangunan saat ini sudah di atas 60 persen,” ujarnya, Senin 27 April 2026.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan daya tampung sekitar 900 siswa baru.
Peserta didik yang diterima merupakan anak dari keluarga kurang mampu, termasuk kategori Desil 1 dan Desil 2.
Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) juga secara otomatis memenuhi syarat untuk mengakses pendidikan di sekolah tersebut.
Secara fasilitas, Sekolah Rakyat Tana Toraja akan dilengkapi dengan 9 ruang kelas jenjang SMA, 9 ruang kelas SMP, serta 18 ruang kelas SD, termasuk asrama bagi siswa.
Selain itu, Adriana juga melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat Rintisan yang saat ini telah diikuti oleh 73 siswa.
Dari jumlah tersebut, dua di antaranya berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kabupaten untuk peringatan HUT RI 2026.
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dengan PT Waskita sebagai kontraktor pelaksana dan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai konsultan pengawas.(*)
