TORAJA–Puluhan peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tailor Made Training (TMT) Bidang Peracikan Minuman Kopi (Barista) bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan resmi menyelesaikan program pelatihan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tana Toraja.

Penutupan pelatihan dilaksanakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana Toraja, Kamis (9/7/2026), ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tana Toraja, Muhammad Safar, mengatakan sertifikat kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terus mendorong terciptanya kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk mengembangkan potensi diri,” katanya.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sehingga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan,” tambahnya.

Menurutnya, sektor kopi memiliki prospek yang semakin menjanjikan sehingga keterampilan sebagai barista dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi para peserta.

Penutupan pelatihan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja drg. Adriana Saleng, sejumlah kepala perangkat daerah, perwakilan lembaga mitra, dan para peserta.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja bersama Balai Sentra Wirajaya dan Balai Pelatihan Vokasional dan Produktivitas (BPVP) Pangkep dalam meningkatkan kompetensi kerja bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.