TORAJA–Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat Sulawesi Selatan, Jumat (13/2/2026).
Forum strategis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Perwakilan Bank Indonesia Sulsel ini dipimpin Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi.
Agenda utama pertemuan adalah memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026, sekaligus mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Sejumlah kepala daerah, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran Bank Indonesia turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Sinergi lintas sektor dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan.
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan.
“Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi tentang menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau,” kata Bupati Zadrak.
“Kami di Tana Toraja terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk mendukung percepatan digitalisasi transaksi daerah agar tata kelola keuangan semakin transparan dan efisien,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja hadir lengkap bersama jajaran perangkat daerah terkait, mulai dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Pertanian, hingga unsur pengelola keuangan daerah.
Kehadiran ini menjadi sinyal kuat komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan pengendalian inflasi dan transformasi digital.
Selain fokus pada stabilitas harga dan digitalisasi, Tana Toraja juga mendapat apresiasi dari Pemprov Sulsel atas capaian pembangunan daerah.
Pertumbuhan ekonomi Tana Toraja pada 2025 tercatat mencapai 5,97 persen, didorong sektor perdagangan, jasa, serta penguatan UMKM dan promosi produk lokal dari 19 kecamatan.
Keberhasilan tersebut dinilai tak lepas dari strategi pengembangan potensi daerah dan penguatan posisi Tana Toraja sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang memberi efek berganda terhadap ekonomi lokal.
Melalui HLM TPID dan TP2DD ini, diharapkan harmonisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota semakin solid, sehingga pengendalian inflasi berjalan efektif dan transformasi digital keuangan daerah dapat diterapkan secara optimal di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
