TORAJA–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Tana Toraja meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi El Niño berkategori kuat hingga sangat kuat yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

BMKG memperkirakan curah hujan akan berada pada tingkat yang sangat rendah selama periode tersebut.

Kondisi ini berpotensi mengurangi ketersediaan air bersih, merusak lahan pertanian akibat kekeringan, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menurunkan debit sungai dan mata air.

Dampak musim kering itu kini mulai dirasakan di Tana Toraja. Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di sejumlah lokasi.

Di antaranya di kawasan Buntu Bakka Garampa’, Kampung Ropo’ Lea, serta kawasan hutan di Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, yang diperkirakan menghanguskan sekitar 50 hektare lahan.

Melihat kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara hemat, tidak membuka lahan dengan cara membakar, menyiapkan cadangan air sesuai kebutuhan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Selain itu, masyarakat juga diajak memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau guna menekan risiko meluasnya kebakaran.

Dengan potensi El Nino kuat hingga sangat kuat yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, kewaspadaan seluruh pihak menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kekeringan serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Tana Toraja.