Antonie Aris van de Loosdrecht, seorang misionaris pertama di Toraja kelahiran Veenendaal, Belanda pada 21 Maret 1885. Ia meninggal di Tana Toraja, 26 Juli 1917 pada umur 32 tahun.

Antonie Aris van de Loosdrecht bekerja sebagai pekabar Injil di Toraja atas utusan Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd, sebuah badan pekabaran Injil yang didirikan di kota Utrecht, Belanda, pada tanggal 6 Februari 1901. Antonie Aris van de Loosdrecht muda mengajukan diri sebagai tenaga pekabar Injil yang siap melakukan pekabaran Injil ke Toraja setelah membaca majalah Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd Alle den Volcke. Majalah Alle den Volcke memuat berbagai informasi mengenai Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd salah satunya mengenai perkembangan pekerjaan di lapangan. Majalah Alle den Volcke yang dibaca Antonie Aris van de Loosdrecht juga memuat informasi bahwa Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd sedang mencari tenaga pekabar Injil atau Zendeling.

Setelah tiba di Jakarta (saat itu bernama Batavia), Antonie Aris Van de Loosdrecht bertemu dengan Dr. N. Adriani dan konsulat Zending untuk mendapatkan penjelasan sebagai bekal menuju Toraja. Setelah itu Antonie Aris Van de Loosdrecht dan istrinya melanjutkan perjalanan ke Makassar. Di Makassar, Antonie Aris Van de Loosdrecht bertemu dengan seorang guru bernama Manemblu yang bersedia menemaninya dalam perjalanan ke Toraja. Manemblu sekaligus menjadi rekan kerja pertamanya. Mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Palopo, lalu selanjutnya menuju Rantepao, Toraja.

Antonie Aris van de Loosdrecht, Manemblu dan beberapa kuli angkut yang menemaninya menginjakkan kaki di Rantepao, Toraja untuk pertama kalinya pada tanggal 10 Nopember 1913. Setibanya di Rantepao, Antonie Aris Van de Loosdrecht langsung bekerja. Pertama-tama Antonie Aris Van de Loosdrecht bersama rekannya menemui para pemuka masyarakat untuk merundingkan berbagai rencana yang telah disusunnya, seperti pembukaan sekolah-sekolah Zending. Sekolah Zending tertua yang berhasil didirikan oleh Antonie Aris Van de Loosdrecht adalah sekolah di Balusu, dengan jumlah murid tujuh puluh delapan anak. Sekolah Zending kedua dibangun di Nanggala dengan jumlah murid delapan puluh anak. Tiga bulan kemudian didirikan sekolah Zending di Sa’dan dengan jumlah murid tujuh puluh tujuh anak.

Permintaan untuk mendirikan sekolah semakin meningkat, informasi mengenai hal ini didukung sejumlah fakta, seperti surat yang dikirimkan oleh istri Antonie Aris van de Loosdrecht, Ida van de Loosdrecht kepada isteri A. C. Kruyt, J. Moulijn. Surat yang tertanggal 25 Mei 1914 tersebut berisi kesan-kesan pertama Ida van de Loosdrecht mengenai Toraja. Dalam surat tersebut ia juga bercerita bahwa suaminya bepergian ke berbagai tempat di Toraja, bahkan hingga berhari-hari oleh karena banyaknya permintaan untuk membangun sekolah. Oleh karena itu Ida van de Loosdrecht berharap agar Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd mengirimkan lebih banyak lagi Zendeling atau pekabar Injil ke Toraja.

Anda sedang berada di halaman Tempat wisata di Toraja Makam Van de Loosdrecht kategori , . Jangan lupa share / bagikan agar semua orang bisa mengenal objek wisata di Toraja yang menarik. Halaman objek wisata ini sudah dibaca sebanyak 798 Views.