TORAJA– Remaja di Toraja Utara, berinisial PA, YA dan IR yang merusak Patane atau rumah makam suku Toraja mendapat sanksi adat berupa menyetor tiga ekor babi ke pihak keluarga pemilik makam.

Tiga remaja tersebut juga telah diamankan pihak kepolisian.

“Sudah diamankan kemarin, ada beberapa remaja, anak di bawah umur,” kata Kapolsek Sopai, Ipda Supriadi, Selasa (4/6/2024).

Supriadi mengungkap, remaja tersebut melakukan pengrusakan dan mengacak-acak tiga makam di Desa Salu, Kecamatan Sopai, Toraja Utara pada Senin (4/6/2024) malam.

Para pelaku melakukan hal itu karena mencari barang berharga di dalam makam.

“Ada tiga Patane, jadi dirusak pintunya mungkin cari barang berharga di dalam. Itu kenakalan remaja, karena pelakunya ini semua masih SMP,” ungkapnya

Dia mengutarakan, setelah menerima laporan dari warga adanya pengrusakan makam, pihaknya langsung mencari ketiga pelaku.

Kemudian, dirinya mempertemukan pelaku dengan pihak keluarga pemilik makam untuk disanksi adat.

“Kita terima laporan itu, langsung kita cari. Setelah ketemu kami pertemukan dengan keluarga yang punya makam. Jadi sanksi adat yang kena, sudah disidang tadi,” ucapnya.

Supriadi menambahkan, atas perilaku mengacak-acak Patane, ketiga remaja itu disanksi adat dengan menyetor tiga ekor babi ke pihak keluarga.

Menurutnya, hal tersebut sesuai kesepakatan pihak keluarga dan pemuka adat.

“Jadi dari kesepakatan keluarga dan pemuka adat di sana, 3 remaja ini disanksi harus menyetor 3 babi, satu orang satu ekor dan besok itu harus disetor,” ujarnya.

Tags: ,