INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara, dan Pemkab Tana Toraja seakan “perang dingin” saat Lovely December In Toraja 2017 resmi dibuka, Sabtu (9/12/2017) malam.

Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, nampak absen saat pembukaan di lapangan bakti Rantepao, Toraja Utara.

Salah satu staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Toraja Utara yang minta namanya tidak dituliskan menyampaikan Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara, tidak hadir.

“Pak Bupati dan Pak Wabup Tana Toraja tidak ada di jajaran tamu VIP, hanya jajaran Forkopindo saja,” kata Staf Setda Toraja Utara ini, kepada InfoToraja.Com.

Undangan kepada Pimpinan daerah kakak kandung Toraja Utara ini telah diantarkan dan disampaikan oleh panitia Lovely December tahun 2017.

Pada tahun 2016 lalu, event yang digagas Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo ini berlangsung di Tana Toraja, dan tahun kesepuluh kali ini Toraja Utara yang bertindak selaku tuan rumah.

Sementara Salah Satu Sineas Muda Indonesia, Belo Tarran yang berasal dari Toraja menyayangkan ketidakhadiran Bupati atau Wakil Bupati Tana Toraja dan juga Anggota DPR Tana Toraja dalam opening Ceremony ini.

“Secara pribadi saya menyayangkan, saya tidak tahu apakah pemda Toraja Utara Mengundang atau Tidak, atau mungkin saja undangan tidak sampai”, ungkap Belo Tarran.

Putra Toraja dan sekaligus pemerhati Pariwisata Toraja menambahkan mestinya momen Lovely December yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dijadikan sebagai momen penyatuan visi dan misi kedua Kabupaten untuk meningkatkan Pariwisata Toraja.

Hingga berita ini ditulis, baik telepon dan pesan SMS tidak dibalas oleh Humas Pemkab Tana Toraja.

Sementara salah satu aktivis pergerakan 1998 dari Toraja, Yarvis M. Pakan, mengatakan banyak yang katakan Toraya itu satu, tapi ada beberapa daerah administratif.

Berangkat dari hal tersebut, anak muda Toraja ini mengusulkan kesatuan gerak dan langkah dalam membangun ibu kandung kita, yakni Sangtorayaan.

“Saya sedikit kesal, karena beberapa waktu terakhir ini kesatuan itu hanya simbolis saja,
bukti yang paling kongkrit yakni berhentinya penerbangan ke Toraja karena ketidakmampuan komunikasi dari dua Pemkab, Ini konyol dan menunjukkan keegoisan kedua Bupati,” tegas Yarvis.

Politikus Partai Gerindra ini juga melihat disisi lain menghadapi lovely december yang merupakan hajatan Pemprov Sulsel.

“Harusnya dua bupati jangan bekerja sendiri sendiri, tapi melakukan komunikasi yang bagus biar persiapannya matang dan dinikmati, Ini kok sangat kelihatan berdiri dan berjalan sendiri sendiri”, sebut Aktivis yang dikenal kritis di tingkat Nasional.

[mashshare]

Tags: , , , , , , , , , , ,