INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Kompetisi Toraja Film Festival 2017 telah usai digelar dan menobatkan film pendek “Aku Bukan Toraja” menjadi pemenang di kategori film dokumenter untuk peserta khusus. Film yang diproduksi Mata Wai SMA Negeri 2 Toraja Utara merupakan satu karya dokumenter pencarian makna yang sesungguhnya dari salah satu budaya Toraja.

Film karya sutradara Yesintia Tiku ini mengangkat tema tentang budaya adu kerbau atau tedong silaga di Toraja. Saat dihubungi melalui pesan whatsapp, gadis yang akrab disapa Tiku ini bercerita pada InfoToraja.com mengenai inspirasi dari ide film “Aku Bukan Toraja”, Jumat (26/1/2018) siang.

“Inspirasi ide film nya diambil dari keadaan masyarakat Toraja saat ini yang sudah mengalami perubahan dalam adat istiadat nya terutama pada adu kerbau dimana adu kerbau yang dulunya sebagai hiburan untuk keluarga yang berduka sekarang sudah mengalami perubahan dan pergeseran”, cerita Tiku yang saat ini berstatus pelajar SMA Negeri 2 Toraja Utara.

Film berdurasi 21 menit ini menghabiskan waktu produksi selama satu bulan. Hal ini dikarenakan banyaknya tempat yang dikunjungi oleh tim produksi Mata Wai SMA Negeri 2 Toraja Utara.

“Produksinya ada sekitar satu bulan, karena banyak tempat yang dikunjungi bahkan sampai ke Masanda yang merupakan perbatasan Tana Toraja dan Mamasa”, tambah Tiku.

Dalam proses pembuatan film ini, ada 4 tokoh penting yang menjadi narasumber “pencarian makna” budaya adu kerbau, mulai dari pemilik kerbau aduan, tokoh masyarakat, tokoh budaya hingga tokoh agama.

Dikesempatan lain, saat dihubungi InfoToraja.com, Belo Tarran selaku Presiden Toraja Film Festival menyatakan tanggapannya terkait film “Aku Bukan Toraja”.

“Secara pribadi, film dokumenter Aku Bukan Toraja sangat baik untuk dikaji, dibedah dan diseminarkan. Ini sangat penting guna menggali nilai-nilai dari Budaya Toraja khususnya tentang adu kerbau. Jika ditinjau dari sisi film, alur, cerita dan pesan, sangat jelas maknanya. Saya sangat bangga terhadap adik-adik muda yang sudah mulai kritis menyikapi persoalan-persoalan Budaya. Dan itu dituangkan dalam sebuah Karya Film. Dan sangat wajar jika dewan Juri TFF 2017 menjatuhkan pilihannya terhadap film Aku Bukan Toraja menjadi pemenang film kategori Dokumentrer khusus”. Ucap Belo Tarran.

Untuk menjawab rasa penasaran masyarakat terkait cerita lengkap dari film ini, Toraja Film Festival berkerja sama dengan TV Toraja menayangkan film “Aku Bukan Toraja” pada hari Jumat, (26/1/2018) mulai pukul 19.00 WITA di saluran TV kabel Toraja TV.

Tags: , , , ,